Kota malang merupakan tujuan dari perjalanan saya. Ya sudah beberapa kali memang saya menginjakan kaki di kota dengan segudang wisata alam dan budayanya . Namun kali ini tujuan perjalanan berbeda bukan untuk menikmatin suguhan alam dan lainya. Kali ini saya ingin mengenal lebih dekat dengan kesenian Tarian Kuda lumping atau sebagian orang jawa timur mengenalnya dengan Jaran kepang dan sebagian orang jawa tengah mengenalnya dengan Jatilan. Apapun sebutanya namun jaran kepang ini telah membuat saya berdecak kagum. Simpang siur akan sejarahnya jaran kepang saya akan jelaskan sedikit. . Sesuai namanya, Jaran Kepang artinya kuda-kudaan dari kepangan bambu. Belakangan kulit kambing dan kulit sapi juga dijalin untuk membuat jaran kepang.Pada sebagian besar wilayah Jawa Timur, utamanya bagian barat, tari Jaran Kepang biasanya ditampilkan bersama dengan Reog Ponorogo dan Bantengan. Namun di wilayah Jawa Timur bagian timur, umumnya Jaran Kepang bisa ditampilkan tanpa Reog atau berkembang sesuai adat di suatu desa yang mengenal tarian tersebut.
 |
Pemusik yang mengiringi saat pertujukan jaran kepang |
Bagi masyarakat Jawa Timur bagian timur (Surabaya, Malang, Pasuruan, Lumajang hingga Situbondo), tari Jaran Kepang merupakan kisah-kisah raja-raja kecil atau adipati yang saling berperang untuk meluaskan wilayahnya. Seperti kisah peperangan antara Turyanpadha (Turen, Malang) dengan Tuksari (Sumbersari, Malang) atau pemberontakan rakyat Malang, Surabaya, Lumajang dan Pasuruan dalam melawan Sultan Agung dari Mataram. Namun ada sumber lain yang bercerita bahwa Konon, tari kuda lumping merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada pula versi yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda. Versi lain menyebutkan bahwa, tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram, untuk menghadapi pasukan Belanda. Terlepas dari itu semuanya gerakan dari tarian Jaran kepang/ kuda lumping menampilkan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Karena gerakan- gerakan yang disungguhkan sangat dinamis dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu dan gerakan loncat layaknya penunggang kuda yang sedang berperang.
 |
Salah satu bintang jaran kepang |
Dalam pergelaran tarian kuda lumping atau jaran kepang ini ada 4 Fragmen diantaranya 2 kali tari Buto Lawas, tari Senterewe, dan tari Begon Putri.Pada fragmen Buto Lawas, biasanya ditarikan oleh para pria saja dan terdiri dari 4 sampai 6 orang penari. Beberapa penari muda menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. alat musik yang di gunakan utuk menemani tarian kuda lumping/ jaran kepang adalah gamelan. Gamelan hanya terdiri dari Kendang, Kenong, Gong, dan Slompret, yaitu seruling dengan bunyi melengking. Dan lantunan Sajak-sajak yang dibawakan dalam mengiringi tarian, biasanya berisikan himbauan agar manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta.
 |
salah satu pemain yang sedang kerasukan dan membawa pohon salak dengan tangan kosong |
Selain mengandung unsur hiburan dan religi, kesenian tradisional kuda lumping ini seringkali juga mengandung unsur ritual dan supranatural.arena biasanya sebelum tarian kuda lumping di mulai biasanya ada ritual pembcaan doa oleh pawang hujan agar menahan cuaca tetap bersabat. Selain pawang hujan ada satu orang yang berperan penting memangang kendali yaitu datuk/gambuh dimana bertugas utk membuat pemain kuda lumping kesurupan dan sekaligus menyembuhkan pemain yang kesurupan. Sekali datuk mecemeti cambuknyaa beberapa pemain akan sekaligus roboh dan kesurupan.Kerasukan roh2 yang diluar kendali dari dirinya ada yang bersikap layakanya hewan kuda,monyet bahkan macan. Ada yang menari dengan luwesnya layaknya penari profesional dan ada yang tiba2 makan beling, bahkan makan ayam yang masih hidup.
Peralatan yang mendukung utuk pagelaran tari kuda lumping selain gamelan adalah dupa (kemenyan yang dicampur minyak wangi tertentu kemudian dibakar), buceng (berisi ayam panggang jantan dan beberapa jajan pasar, satu buah kelapa dan satu sisir pisang raja), kembang boreh (berisi kembangkantil dan kembang kenanga) ulung-ulung (berupa seekor ayam jantan yang sehat), serta kinangan (berupa satu unit gambir, suruh, tembakau, dan kapur yang dilumatkan menjadi satu lalu diaduk dengan tembakau).
 |
Pemain jaran kepang mulai kesurupan |
Seperti kita tau alat tersebut bisaanya di gunakan utuk tradisi supranatural atau yang berbau mistis.
pengalaman saya pertama kali melihat secara langsung bukan lewat televisi itu awal september. Ya saya melihat tarian kuda lumping pertama kali ada rasa takut dan penasaran yang mengelayut dalam hati aq. Rasa takut karena takut apabila salah satu pemain yang kesurupan itu datang menghampiri saya. bau semerbak menyan dan asapnya mengelilingi saya dan penonton menambah suasana semakin mistis dan seru karena biasanya para pemain kuda lumping yang kesurupan semakin menjadi- jadi. Sekali pecut di pecutkan ke tanah oleh datuk kontan beberapa pemain kuda lumping roboh ke tanah dan mulai kesurupan/kemasukan roh halus yang diluar kendali orang tersebut.
Macam-macam bentuk kesurupanya ada yang menyerupai hewan antara lain kuda,monyet, macan dan lainya. Ada yang menyerupai penari profesional ya mereka menari begitu luwesnya layaknya wanita padahal jika mereka sadar mereka tidak bisa menari seluwes itu. yang lucunya saya melihat salah satu pemain yang kesurupan tiba-tiba menaiki pohon kelapa dan memetik buah kelapa, membukanya dengan giginya. WOW ga masuk di akal jika di pikir dengan logika, ada pula yang mengambil pohon salak yang berduri sampai akar-akarnya dan memanggulnya tanpa ada luka dikulitnya akibat duri dari salak tersebut. namun jika dari pendapat penduduk setempat jaran kepang di undang tampil ada tujuanya. misal pada saat sunatan mereka beramsumi bahwa dengan mengundang jaran kepang tersebut si anak yang di sunat cepat sembuh. Ada yang mengundang kuda lumping main pada saat pernikahan dengan asumsi agar acaranya lancar dan tidak turun hujan. Itulah beberapa alasan yang saya dapatkan dari pengkuan penduduk setempat.
Beragam tergantung kita mempercayainya. Ada beberapa pantangan bila kita menonton jaran kepang salah satunya kita di larang bersiul kencang layaknya laki2 yang mengoda perempuan lewat karena bukan perempuan yang datang akan tetapi pemain yang sedang kesurupan. Karena katanya para pemain yang kesurupan bila mendengar siulan kuping mereka panas dan otomatis akan mencari dan menghampiri siapa yang bersiul utuk sekedar memberitahu agar tidak melakukan itu, jika yang dituju lari maka pemain yang kesurupan itu akan berlari dan mungkin akan memukul dengan caplokan atau kuda-kudaan yang ditungganginya.
Banyak yang berpendapat bahwa kesenian ini melanggar sariat agama.ya apapun yang itu menerut saya tarian kuda lumping atau jaran kepang merupaka aset budaya indonesia yang sangat berharga. yang mulai tergeser oleh tarian break dance,shuffle. Saya sangat bangga ketika melihat tarian jaran kepang ini di daerah pakis. malang lebih tepatnya buntut wetan yang namanya Cahya ning budoyo dimana para anggotanya sebagian besar berusia 25an kebawah. Saya terharu sekaligus bangga setidaknya di timur pulau jawa masih ada sekelompok anak muda yang masih mau melesetarikan budaya tanpa malu dan rasa risih. Dimana dalam beberapa waktu lalu ada pernyataan dari gubenur jawa tengah yang mengatakan bahawa tarian kuda lumping merupakan tarian paling buruk di dunia.
Saya hanya bisa mengelus dada akan pernyataan tersebut. semoga dengan tuliasan ini mampu membuat kalin bisa lebih mengenal kebudayaan indonesia yang beragam. Bukan hanya mengenal gamnam sytle,shuffle atau breka dance. Kita harus bangga bahwasanya kita negra yang memiliki kebudayaan tinggi dan kita adalah bangsa besar yang menghargai pahlawanya walau di apresiasikan lewat tarian heroik ini. Sekarang tugas kita utuk melestarikan kebudayaan tarian kuda lumping/jaran kepang ini yang hampir termakan jaman.
0 komentar:
Post a Comment